Kamis, 08 Desember 2016

Renungan Kehidupan

ULAMA


   Kata "Ulama" di dalam Al-Qur'an disebut dua kali, yaitu dalam surat Asy-Syuara ayat 197 dan surat Fathir ayat 28.     
                 
                                     أَوَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ آيَةً أَنْ يَعْلَمَهُ عُلَمَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَ
Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?  (QS. Asy-Syuara : 197)

    وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالأنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ 

Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacammacam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah d anatar hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha pengampun (QS. Fathir : 28)


 Dari kedua ayat itu dapat dipahami bahwa ulama adalah hamba Allah yang memiliki iman yang kokoh, menguasai ilmu tanziliyah (wahyu) dan kauniyah (alam semesta), memiliki raa takut kepada Allah SWT, serta tinggi pengabdiannya dalam menegakkan kebenaran. Selain itu, Ulama merupakan figur panutan umat yang sangat memperhatikan nasib dan keadaan umat. mereka merasa sedih apabila umat terbelakang, bodoh, bergelimang dalam kesesatan dan maksiat, apalagi bila sampai ditindas dan menjadi bulan-bulanan permaianan politik kotor. kebahagaiannya adalah ketika umat mengerti kebenaran islam, mengamalkannnya, dan turut meperjuangkannnya. Dia adalah pewaris sifat dan kepribadian nabi SAW, "para Ulama adalah mercusuardi bumi, mereka penerus para nabi, pewarisku dan pewaris para nabi," kata Rasulullah SAW seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Adi dari Ali r.a


 Ulama bukanlah orang yang rela menjual agamanya untuk kepentingan politik sesaat.Juga, Ulama bukan penyampai pesan moral semata. Dengan baik sekali Syeikh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam bukunya Asmaul Husna menyebutkan para ualma adalah hamba Allah SWT yang faqih akan hukum-hukum syara (aturan islam), dan dengan ilmunya itu mereka dapat mengembangkan dan menyebarkan isla sebagai kebenaran baik yang menyangkut aqidah maupun hukum-hukum amaliah. di samping itu, lanjut beliau, ulama bercirikan jiwa istiqomah dan ikhlas, mengenai situasi dan kodisi masyarakat, dan mengabdikan seluruh hidupnya untuk perjuangan menegakkan ajaran islam.
 

0 komentar:

Posting Komentar